Tanyakan saja kepada Sang KESIBUKAN.
Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah kehebatan?
Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah kebanggaan?
Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah kebahagiaan?
Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah permakluman?
atau,
hanya sebuah alasan untuk menutupi kepentingan diri-sendiri?
atau mungkin,
hanya sebuah keengganan memberikan waktu untuk orang lain?
Tanyaken kenapa?
no comments yet.

