BEBEK GORENG yang bisa dimakan :-)

Posted on October 21, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Cermin.

Konon, pada suatu hari, Terjadilah sebuah percakapan di salah satu sudut bidak pasar, sebuah Kota Metropolis, Surabaya.

“Aku jokok limo cak sing nembelas-ewuan, dadekno papat yo cak”.
“Beres, Bos. Samean tuku bebek akeh digawe opo, Bos?”, tanya si Penjual bebek di salah satu pasar di daerah Sepanjang kepada seorang pemuda berinisial “BEJO”.
“Didol maneh cak, aku lak duwe warung mangan cede’e Unair”, timpal si bejo.
“Lah koq gak ngongkon pembantune samean ae sing tuku?” selidik Penjual bebek sambil melihat penampilan Bejo yang perlente, kemeja hem-heman, celana kain gelap dengan sabuk kulit dan sepatu pantopel hitam yang sudah berdebu terkena debu pasar.
“Alaa..,cak, pembantune yo aku dewe. Sak ngulek bumbone, yo nggoreng, yo nyepak-nyepaki piring, yo ngedoli yo aku pisan cak”
“Ooo.. ngono tah, lah samean yo kerjo kantoran pisan?”
“Iyo cak”, jelas bejo.
“Ooooo…. nangdi,Bos?”, Penjual bebek penasaran.
“Ndek Bank ***, cak” jawab bejo datar.
“Ooooo…. yo iso samean isik dodolan bebek ngene, yo… heebat samean, bos” timpal Penjual bebek heran.
“Lah, jaman saiki yo samean ngerti dewe, cak. Kudu rajin golek duwek”, jawab bejo sambil terus memperhatikan Penjual bebek beraksi memutilasi bebeknya.
“Lah brarti yo wakeh olehe samean, bos. Duwe’e didheleh nangdi ae” sahut Penjual bebek terkekeh-kekeh.
“Lah terus piro bojone samean…”, masih terkekeh-kekeh.
“Hahaha… opo’o, cak, kate samean golekno tah?” celetuk Bejo sekenanya. *Aya-aya wae, pikir si bejo*

==================

Bejo. Bolehlah dipanjangin jadi Bebek Goreng Joyo. Nama ini adalah nama sebuah warung di Jl. Karang Menjangan No. 109, Surabaya, daerah dekat Kampus B, UNAIR ke arah Kantor SAMSAT. Warung sederhana ini mempunyai menu andalan Bebek Goreng Kremes Khas dengan Sambal Pencit yang mulai banyak peminatnya. Memang bebek goreng racikan Bejo ini memiliki rasa khas tersendiri, sedep!, meresap sampai ke tulang, dengan daging yang empuk. Apalagi bebek oseng-oseng spesialnya, sungguh menggugah air liur. Bukan ngecap, wajar saja kalo banyak yang mulai ketagihan. Pesananpun berdatangan, termasuk dari orang-orang kantoran.

Salut buat Bejo! Smangad! Ewako! Chayo! Ganbatte! Jangan Mudah Menyerah! Berdoa & Kerja Keras! Sabar! Dari pagi pulang pagi, insya Allah tidak akan sia-sia. Semoga Sukses!

Allah menilai seseorang dari niat dan kerja kerasnya. Tidak usah kuatir tentang hasilnya, biarlah Allah yang mengurusnya.

# Tulisan ini didedikasikan buat adikku yang baik #

Tanyakan saja kepada Sang KESIBUKAN.

Posted on August 28, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Cermin.

Busy_looking_busy1

Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah kehebatan?
Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah kebanggaan?
Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah kebahagiaan?
Apakah "Maaf, aku sibuk banget" sebuah permakluman?
atau,
hanya sebuah alasan untuk menutupi kepentingan diri-sendiri? 
atau mungkin,
hanya sebuah keengganan memberikan waktu untuk orang lain?

Tanyaken kenapa?

Tidak ada judul

Posted on August 8, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Religion.

rindu justru membuatnya sakit,

ikhlaskan dia tidak mengenaliku lagi…

Perjumpaan dengan Syeikh DR. ‘Aidh Abdullah Al-Qarni

Posted on August 2, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Religion.

Aidhabd
Alhamdulillah hari ini saya masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk posting sekali lagi. Posting kali ini adalah seputar kebahagian saya atas perjumpaan saya dengan salah seorang ulama Saudi dalam sebuah acara kunjungan ulama-ulama Saudi Arabia ke Indonesia. Acara yang diprakarsai oleh majalah Qiblati ini dijadwalkan dalam rangka kunjungan dan muhadharah dari tanggal 24 - 29 Juli 2008 di kota Batu, Malang, Pandaan dan Bangil.
Beliau-beliau para ulama yang berkesempatan datang adalah Syeikh DR. ‘Aidh Abdullah Al-Qarni, Syeikh Dr. Abdurrahman Al Qossos, Syeikh Mamduh al Buhairi, dan Syeih Ali Mullah (Semoga Allah SWT merahmati atas beliau-beliau dan kita semua).

Tanggal 24 Juli 2008 ba’da magrib di Masjid AR. Fachrudin, depan kampus Unmuh Malang adalah jadwal Syeikh DR. ‘Aidh Abdullah Al-Qarni untuk memberikan muhadharah di masjid ini. Alhamdulillah saya diberi kelonggaran Allah SWT untuk hadir. Selepas sholat magrib berjamaah, panitia dan para jama’ah bersiap diri untuk mendengarkan khotbah dan nasehat-nasehat dari beliau. Beliau duduk di kursi sebelah kanan berdampingan dengan kursi al-ustadz yang akan bertugas menterjemahkan bahasa arab beliau. Kebetulan saya duduk di sisi kanan masjid bersama jama’ah lainnya. Kesan pertama saat melihat beliau adalah beliau mengesankan orang yang sangat serius, sangat kaku dan bersungguh-sungguh dalam berdakwah. Mempunyai sorot mata tajam dan hidung mancung dengan raut muka khas bangsa arab. Kesan yang mendalam adalah kesan wibawa dan kesungguhan beliau dalam bertutur kata mendakwahi semua yang ada di masjid. Sorot mata yang tajam dan kesan serius terasa sangat mendalam. Terus terang perihal kesan terhadap beliau, cuma satu yang ada dalam pikiranku : bilakah beliau tersenyum? Namun untuk sementara pikiran itu terkesampingkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan beliau.

Pada kesempatan yang sangat singkat itu (sekitar 1,5 jam, masih dipotong sholat isya berjamaah) beliau menyampaikan tentang hal yang paling prinsip dan utama bagi kaum muslimin, yaitu tentang Tauhid. Beliau juga menjelaskannya perihal dalil dan syarat diterimanya tauhid. Sungguh mendalam keilmuan beliau. Inilah yang membuatku terkesan dan mencintai para ulama, karena beliau-beliaulah yang merupakan para pewaris Rasulullah SAW.

Tidak terasa, waktu berjalan hingga berakhirnya khotbah beliau. Setelah ditutup dengan doa majlis, saya yang berada diantara para jema’ah bersama-sama mendekati beliau untuk berjabat tangan dan memberi salam. Pada saat saya tepat berada di hadapannya, beliau tersenyum dan lebih dahulu mengucapkan salam kepadaku. Senyumnya renyah dan terlihat alami, seketika itu juga mampu meruntuhkan kesan kaku, bahkan terlihat beliau adalah orang yang sangat ramah. Sorot matanya berubah bersahabat. Aroma wewangian yang segar mulai tercium saat saya mendekat ke badan beliau. Kami  berjabat tangan dan saling berpelukan. Senang rasanya bisa bertatap muka langsung. Sejurus kemudian saya mengucapkan salam untuk berpamitan.

Begitulah alkisah perjumpaan saya yang pertama dengan beliau. Di lain waktu, tanggal 29 Juli 2008 di Mesjid Al Ikhlas, saya kembali berjumpa untuk kedua kalinya. Dan tanggal 27 Juli dengan Syeikh Dr. Abdurrahman Al Qossos ( -menggantikan  Syeih Ali Mullah yang berhalangan hadir karena ada kendala teknis pada pesawat yang mengantar beliau- ) di Masjid Muhajirin, Jl. Bend. Sigura-Gura, Malang. Namun kiranya demikian saja yang saya tulis, untuk sekedar menasehati diri saya sendiri untuk selalu rajin menuntut ilmu dien. Terima kasih telah membaca tulisan ini.

Semoga bermanfaat untuk saudara juga.

End.

Sekilas tentang Syeikh DR. ‘Aidh Abdullah Al-Qarni :

Nama lengkap beliau Dr.’Aidh bin ‘Abdullah bin ‘Aidh Al Majdu al-Qarni ini lahir di desa Qarn, Arab Saudi bagian selatan tahun 1379H. Pada tahun 1403/1404H, ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ushuluddin Universitas Imam Muhammad bin Sa’ud al-Islamiyyah, gelar magister dalam bidang hadist ia capai tahun 1408H, sedangkan gelar doktor diperolehnya dari Universitas yang sama pada tahun 1422H.

Di Indonesia beliau juga dikenal dengan salah satu bukunya yang berjudul "La Tahzan" (Jangan Bersedih). Figur yang telah menghasilkan 800 keping kaset keislaman yang berisi khutbah, ceramah, puisi dan seminar ilmiah ini bukan hanya hafal Al-Qur’an. Ia juga hafal Bulugh al-Marham, sekitar lima ribu hadist dan lebih dari 10 ribu bait syair. Buku karangannya meliputi hadist, tafsir, fikih, sastra, sejarah dan biografi.

Keberaniannya menyuarakan kebenaran juga sempat membuatnya merasakan jeruji besi pemerintah Al-Saud. Kesalahannya saat itu, ia dan kawan-kawan ulama mudanya berani berteriak lantang menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi atas undangan pemerintah Al-Saud.

Tidak ada judul…

Posted on June 11, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Religion.

Ketulusan, perhatian dan kasih sayang, sejatinya adalah saat seseorang tidak lagi menggunakan perasaannya pada seseorang lainnya.

hilang…

Posted on May 28, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Uncategorized.

hilang…

HAPI BESDEY, Chelsea!!

Posted on February 23, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Current Affairs.

Chelsea

100_4139

Hahaha… ternyata hari ini Om Kiki
sudah dapat teman ultah baru di bulan Pebruari.

Om sama Chelsea ulang tahunnya beda
sehari, kalau Chelsea tanggal 20, sedangkan Om tanggal 19. Anggap aja
kita punya satu zodiak Pisces ya Chelsea. Ga usah dipikirin…

Nah yang penting sekarang Om kasih tau,
kalau Om dan Chelsea sama-sama punya 4 gigi taring loh… coba pegang
4 (empat) gigi taring di mulut Chelsea. Coba rasakan apa masih tajam
dan runcing? Nah gigi itu bagus buat menggigit makanan-makanan yang
enak loh, kayak coklat dan krupuk ^_^

 

Tanggal 20 Pebruari 2008 hari ini
adalah tepat 1 (satu) tahun usia my little pisces R.Ay. CHELSEA
ALYSSA MAHENDRA. Mau tahu ceritanya, Chelsea?

Tasyakuran ulang tahun
Chelsea ini dirayain bersama keluarga besar loh meskipun tidak bisa
hadir semua tapi sangat menyenangkan, lihat saja foto-fotonya sapa
aja yang tersenyum disitu. Sayangnya mas Ibat dan dik Shakila ga bisa
datang karena di Bangkalan. Kalau datang pasti tambah rame.

 

(kiri ke kanan) Tante Tia, eyang Ti,
eyang Kung, om Andre, eyang Kung, eyang Ti, tante Fina, Mama,
Chelsea.

100_4141






(kiri ke kanan) Mama Vita, Chelsea
dan papa Deni Mahendra

100_4151






(kiri ke kanan) Om Kiki, eyang Ti
(masih awet muda, ya kan…)

100_4153






(kiri ke kanan) Foto bareng Trio
Kwik Kwek Kwak : Om Andre, tante Tia, Chelsea dan om Kiki

100_4156






(kiri ke kanan) Chelsea sama mama
lagi buka kado

100_4157





(kiri ke kanan) Chelsea digendong
tante Tia and om Kiki yang sok narsis ;-)

Hepi_besdey_my_little_pisces

Selamat ulang tahun, Chelsea!! Semoga
menjadi anak yang berbudi pekerti baik, sholehah dan berbakti pada
orang tua. Jadilah anak yang pintar, cerdas dan berguna buat semua
orang. Barakallahulaka. Salam buat papa dan mama ya…

*Posting ini Om Kiki tulis spesial buat
keponakanku Chelsea, untuk kelak kalau sudah pintar baca tulis bisa
tersenyum membaca tulisan dari Om ini. Nah, brarti Om sudah menunggu
5 – 10 tahun loh Chelsea sayang… *   

 

Surabaya, Rabu 20 Pebruari 2008.

“Mengajar” Dalam Pandanganku.

Posted on January 25, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Current Affairs.

Tulisan ini aku tulis atas pertanyaan seseorang terhadapku tentang "mengajar" :

Dk_1

Pertama, jadi seorang guru itu harus didasari dengan niat tulus untuk mengamalkan ilmu dan pengetahuannya untuk orang lain dengan tujuan menjadi amal jariyah yg bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Bukan masalah mau mengajar siapa dan dimana. Apakah itu mengajar di sekolah, kampus, kursusan privat ato instansi skalipun maka niatannya tetap sama.

.

Tidak patut seorang guru berniat menjual ilmu yang dimiliki pada muridnya, sebab dia tidak akan pernah ‘pantas’ untuk menjualnya. Oleh sebab itu, aku membedakan antara niat mengajar dan niat bekerja (baca: mencari sesuap nasi).

.

Kalo "mengajar" ya harus benar-benar pengabdian tulus untuk membagi ilmu yang bermanfaat kepada orang lain spy mereka menjadi orang2 yang benar dan pintar.

.

Kalo "bekerja" niatannya ya mencari nafkah, artinya secara manusiawi guru jg butuh makan untuk hidup. Sehingga seorang guru yang bekerja adalah pantas untuk mendapatkan upah/ gaji/ honor dst.

.

Pendek kata, klo mau menjadi seorang guru, niatlah menjadi guru yang baik. Kalo mau mencari nafkah, niatlah menjadi pekerja/pegawai yang baik.
Jika guru dijadikan sebagai profesi atau pekerjaan, maka niatlah 2 niat baik sekaligus.

.

Ada dua sisi yang harus dimengerti:
Di satu sisi, sebagai pengabdian yang tulus, seorang guru tentu tidak mengharapkan pamrih dan balas jasa.
Di sisi lain, guru juga manusia yang harus hidup dengan bekerja. Maka keringat yang keluar dari kerja keras seorang guru harus dihargai.

.

Jika seorang guru meminta gaji yang pantas pun adalah sebuah kewajaran dan manusiawi.
Dan juga jika seorang guru mempunyai kapabilitas, kemampuan di atas rata-rata dan dia meminta gaji di atas rata-rata pula, maka itu pun juga bagian dari kewajaran. Karena ini bagian dari profesionalisme pekerjaan seorang guru. Sedangkan niat pengabdian tulus seorang guru tetap tidak boleh berubah.

.

.

Kedua, seberapakah besarnya sebuah ilmu dan pengetahuan dihargai dengan nominal (baca: rupiah gaji, honor, dst) ?
Bukan ilmu itu sendiri yang sama dengan rupiah, tapi permintaan kebutuhan akan ilmu itulah yang menyebabkan orang mau mengeluarkan rupiah untuk dapat menguasai ilmu tsb.
Ilmu itu juga mengikuti hukum pasar. Dimana ada kebutuhan naik, maka harga pasar ikut naik. Jadi seberapa besar orang berani membayar untuk sebuah ilmu dan pengetahuan, bergantung seberapa besar dia membutuhkannya. Masih ingat contoh, pada periode bubarnya Uni Soviet, ilmuwan2 nuklir eks soviet ini banyak diburu negara2 pengembang nuklir dengan harga tinggi. Begitu juga ilmuwan2 eks IPTN bangsa kita yang di hire tinggi di Amrik (halah mulai ngelantur…).

.

.

Apakah seharusnya seorang guru memberikan & mengajarkan seluruh ilmunya kepada muridnya?
Tergantung situasi dan kondisinya.

  • Ada ilmu yg harus diajarkan semua dengan pemahaman yang baik dan benar, tidak ada yang disembunyikan. Misal : ilmu dien, seperti yg Rasulullah saw contohkan kepada umatnya.
  • Ada ilmu yang harus diberikan sebagian (parsial) sesuai dengan kadar kapasitas dan kemampuan anak didiknya; atau karena tujuan untuk mendidik si murid agar terbiasa bekerja keras untuk giat belajar mencari ilmu/pengetahuan secara mandiri, sehingga si anak didik dapat berkembang secara mandiri pula dalam mencari ilmu (baca: ilmu bukan sesuatu yang instan, tapi harus didapat dengan kerja keras dan pengorbanan) .
  • Ada ilmu yang tidak boleh diberikan karena pertimbangan akibat / dampak buruk yang mungkin terjadi, jika sebuah ilmu/pengetahuan diberikan kepada orang lain.

.

.

Ketiga, bagaimana kita bisa menjadi guru yang baik?
Bagiku : Seorang guru pada dasarnya adalah sebuah pengabdian. Jadi kembali pada niat, kerja keras dan pengorbanan diri kita masing-masing.

Ya.. paling tidak, akan menjadi guru yang baik di mata Allah SWT. Wallahu’alam.
Di mata mahluk, penilaian baik dan buruk akan menjadi relatif.

.

Begitu yang saya tau, sori kalo banyak salahnya yah..

Kebaikan atau kiejahatan adalah bawaan orok…

Posted on January 22, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Opini.

Yang aku yakini, bahwa setiap manusia telah ditakdirkan membawa sifat kebaikannya masing-masing..

.

Yang aku yakini, bahwa setiap manusia juga telah ditakdirkan membawa sifat kejahatannya masing-masing..

.

Manusia bisa berbuat baik setiap harinya,,, tapi bukan disengaja oleh NIAT, tapi karena karunia sifat kebaikan yang memang ada dalam dirinya sejak awal.

.

Manusia bisa berbuat jahat setiap harinya,,, tapi bukan disengaja oleh NIAT, tapi karena lepasnya sifat jahat yang memang ada dalam dirinya sejak awal.

.

Berbahagialah manusia yang ditakdirkan mempunyai sifat kebaikan dalam dirinya..

.. Tapi ada hal yang jauh lebih penting untuk diikerjakan. Biasakanlah berbuat baik dengan atas dasar NIAT BAIK YANG DISENGAJA. Lalu jangan pernah menegok ke belakang.

.

*menulis untuk dimengerti diri-sendiri*

Akhirnya kutulis hari ini.

Posted on January 12, 2008 by bebekgoreng.
Categories: Opini.

Dia datang.
Dia yang kucari.
Tapi kenapa.
Kenapa dia.